ada bersama kita, seluruh hidup kita
sematalah peragaan gembira.
Di mana mereka yang bersahabat menjadi satu,
demi Allah, di sana, di tengah rumah
adalah padang luas membentang.
Dan di mana damba hati terlaksana nyata,
di sana, sebatang duri pun
lebih baik dari seribu buah karma.
Bila kita tidur di pangkal jalan Yang Tercinta,
maka bantal dan selimut kita
ialah gugusan bintang kartika
Bila kita terpilin menjadi ujung anyaman
rambut Yang Tercinta di malam lailatul qadar,
maka kekuatan menjadi milik kita.
Bila bersinar pantulan cahaya wajahNya,
maka bumi dan tamasya pergunungan
ialah kain sundusin dan kain sutera.
Bila kita tanya pada angin sepoi semerbak
bauNya,maka adalah di angin sepoi itu
bunyi kecapi dan seruling gelagah
terdengar bergema.
Bila kita tuliskan namaNya di debu,
maka setiap debu itu ialah bidadari
bermata kelam syahdu.
Kita mantrai api dengan pesonaNya
maka api yang berkobar-kobar itu pun
menjadi sesejuk air kerananya.
Mengapa aku mesti bercerita panjang pula?
Karena bila kita sebutkan namaNya
pada yang tak ada, ia pun menjadi ada.
Ucapan hikmat itu, di mana terkandung Cinta,
lebih padat khasiat dibanding seribu buah buni
Suatu saat, ketika Cinta perlihatkan wajahnya,
segalanya pun hilang dari tengah gelanggang.
Diam! Karena akhir telah sempurna kini
seluruh damba hanyalah
Tuhan Yang Mahatinggi
by Jalalu'ddin Rumi